Jepara dan Cirebon Sebagai Kota Terbesar Pengrajin Rotan di Indonesia

Sebuah tempat tinggal serasa kurang lengkap jika tidak disertai alat-alat rumah tangga seperti meja, kursi, almari, tempat tidur dan alat-alat lainnya. Pada umumnya, alat-alat tersebut terbuat dari bahan dasar plastik, besi, kayu. Tetapi akan sedikit berbeda bagi mereka yang memiliki sebuah jiwa seni yang tinggi, furniture dari bahan rotan akan menjadi sebuah pilihan tepat.

Jepara

Rattan dalam bahasa inggris yang diartikan menjadi rotan adalah sekelompok palma liar yang banyak tumbuh di daerah hutan hujan tropik. Hutan hujan tropis? Benar, salah satunya adalah Indonesia sebagai penghasil rotan terbesar di dunia. Bukti yang kuat adalah karena nyaris 85% rotan murni yang ada di belahan dunia dihasilkan di Indonesia. Contoh penghasil rotan murni terbesar yang ada di Indonesia adalah Pulau Sulawesi dan Kalimantan.

 

Akan tetapi, untuk mendapatkan produk furniture berbahan dasar rotan, mungkin kota Jepara dan Cirebon adalah lokasi yang tepat bagi para penggemar furniture rotan khususnya. Di Kota Jepara dan Cirebon khususnya Desa Tegalwangi Kecamatan Weru adalah pusat kerajinan rotan yang sudah memiliki pioritas dunia karena juga membantu perekonomian negara khususnya pada hal impor ekspor.

 

Desa Tegalwangi juga merupakan pusat kerajinan rotan paling terkenal diantara wilayah tetangganya seperti Desa Tegalsari, Kecamatan Plumbon, Kecamatan Plered, Sumber, Depok dan Palimanan. Dari sekian banyak kecamatan tersebut, kurang lebih hampir 80% ekspor ekspor kerajinan rotan dihasilkan. Bayangkan saja, saat ini Kota Jepara dan Cirebon telah mengirim produknya dengan bobot 47,7 ton atau setara dengan nominal 121,66 juta yang dianalisa oleh Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia atau Asmindo pada tahun 2007 lalu.

 

Pada masa berjayanya produk rotan ini, Kota Jepara dan Cirebon mampu mengirimkan 3000 kontainer perbulannya sehingga pada saat itu Kota Jepara dan Cirebon juga mampu menguasai 90% pasar dunia. Namun sayangnya, saat ini Kota Cirebon hanya mampu mengirimkan 75-150 kontainer saja perbulannya. Pada masa kritisnya tepatnya tahun 1998 dikarenakan peningkatan pada harga bahan baku, saat ini kerajinan rotan kembali bangkit dan menjadi andalan dari sektor industri Kota Cirebon.

 

Tidak hanya untuk melengkapi keperluan ekonomi negara, saat ini strategi pemasaran kerajinan rotan juga menggunakan sebuah ruko dan juga show room yang bisa diliat pada sepanjang jalan Desa Tegalwangi Kota Jepara dan Cirebon . Kota Jepara dan Cirebon tetap akan berkarya untuk menghasilkan barang furniture menjadi lebih berkualitas asalkan rotan mentah masih tersedia dan juga tidak diekspor dan juga tidak dieksplorasi oleh negara.

 

Untuk lokasi dari sentra industri rotan yang terletak di Desa Tegalwangi ini, lokasinya terletak kurang lebih 500 meter dari gerbang keluar tol Plumbon dan terletak kurang lebih 5 kilometer dari pusat Kota Jepara dan Cirebon . Di lokasi inilah berbagai kerajinan rotan bisa tertata dengan rapi disejumlah etalase sisi jalur pantai Utara Jepara dan Cirebon . Untuk lebih tepatnya lagi yaitu berada di Jalan Raya Tegalwangi ke arah Bandung. Tidak hanya menyediakan alat-alat perabotan rumah tangga saja seperti meja, kursi, almari dan lainnya, tetapi para pengrajin rotan juga menghasilkan beberapa mainan anak kecil seperti kuda-kudaan untuk seorang anak, ayunan bayi dan banyak lagi. Produk kerajinan tersebut juga sangat ramah dengan dompet bagi siapapun yang ingin membeli karena dengan harga yang dibandrol dengan 20.000 hingga 100.000 per itemnya, anda sudah dapat mendapatkan item siap pakai yang anda pilih.